Wednesday, October 1, 2008
Rinduku pada Keluarga
rindu hanya bisa di tahan dan di ikat dan takkan pernah terlepas dari kungkungan. Rasa rindu kian meronta. Biarlah rasa rindu pada ibu, bapak dan seluruh keluarga berjalan apa adanya biarlah dia mngalir apa adanya.
Namun airmata tetap membanjir deras di pipi demi tujuan yang mulia ini.
Bapak, Ibu,Kakek, Nenek, Kakak, Adik, Paman, Bibi. Anak yang satu ini tidak bisa bersua lewat telphon ataupun lewat pesan singkat lewat phonsel karena tempat tujuan berada di luar jangkauan. Namun hanya bisa mengucapkan selamat di hari yang fitri ini lewat tulisan yang tak tahu nanti siapa yang akan membacanya, maafkan atas segala kesalahan yang di sengaja atau tidak di sengaja.
Aku hanya bisa termenung membayangkan suasana riang gembira di desa. Keluarga besar berkumpul sambil bercanda ria dan menikmati hidangan di hari raya, namun aku yang jauh dari keluarga hanya bisa menahan rindu dengan linangan air mata. Ya Alloh berikanlah kekuatan pada hamba-MU ini agar di kuatkan dalam menempuh perjalanan menuntut ilmu yang mulia ini.
Aku hanya bisa berharap pada-MU ya Alloh agar bisa bertemu keluargaku dalam tidurku, alangkah bahagiannya malam nanti. Itulah harapanku.
Ya Alloh sejahterakanlah keluargaku dan jagalah mereka dalam naungan kasihsayang-MU.
Ya Alloh terimakasih... terimakasaih...
Thursday, September 18, 2008
dufa
warna anyir menyengat
sampah menggunung tercabik lalat
tulang tersayat,terseok luka luku
darah kental mengalir
ringkikan pilu mengiringi
tolong....
suara itu datang
memecah sunyi dalam jemari
berlari melewati goncangan api
Hai anakku
lemparkan busurmu,
sigapkan tanganmu
pedang kan menjadi musuhmu
alampun menunduk
sang anak berlari
jruji besi mencekik laju dalam
peluh bergulir mengikuti
Saturday, September 13, 2008
Kearifan?
Mana bukti janjimu?
Kau memangku segudang tahta
Mampu bersilat lidah di depan massa
Massa menyanjungmu
Kaupun tersipu dan nyasar dalam gulita
Dimana letak kebijakanmu wahai penyandang gelar
Kemampuan berfikirmu sungguh menakjubkan
Namun sayang, kau tak ubahnya keledai yang clingukan
Hatimu tak serapi dan sebagus safarimu yang kau kenakan
“Kantongmu tebal, apa itu?” Oo uang…...
Orang bijak bilang:
“Berkhusnudzon saja lah”
Friday, September 12, 2008
Remuk
Resah, gelisah mengumpul jadi Satu
Harta tahta ku abaikan
Kendatipun banyak orang yang merebutkan.
“Kemana anak ayamku?” Tanya Ratib.
Ayammu takkan kembali, ada orang yang menembaknya kemaren sore, sahut bu sutinah.
Jeruji-jeruji pagar rumah membuncah, ambrol.
Kepala keluarga yang cuek dan tak tahu diri
Kenapa harus seperti ini.
Tak tahu menahu, Dogi. Anjingku yang lucu menjadi bringas memangsa merpatiku.
Oohh… merpatiku. Tidak!!... “Bukankah ini mimpi?”
Gelap.!!!!
Api….api… teriakku
Asap mengepul berbaur melambung ke atas awan sembari api melumat isi rumah
“Kemana ayah, kemana ibu.?”
Apa ini?, tidak…!!! ini mimpiku ini mimpiku
Gelap, gelap. Dimana aku
berjalan terseok mencari cahaya.
Tak dapati cahaya itu.
Menangis sejadinya.
Ngga’ jelas………..!!!!!!!
Monday, September 8, 2008
Kelana
Sunday, September 7, 2008
Paduan Alam
Kepekaan jiwa yang rusak
Kedalaman relung hati yang tersasak
Angin mendesir dedaunan
Jiwa yang compang-camping berjalan
Anak-anak anjing berlarian kian kemari
ekor kambingpun bergoyang kanan kiri
Luka kemaren sore masih terasa pedih
hati menangis mengemis kasih
Pagi ini menyandang buram
kelam tetaplah kelam
Paduan warna takku kenal
mengumpul jadi satu
Keberadaan-NYA di hati begitu mengental
Thursday, August 14, 2008
INDONESIAKU
tiga setengah abad engkau di jajah
kucuran keringat dan darah, harta sekalipun nyawa di korbankan para pejuang.
63 tahun silam engkau bebas dari penjajahan, kata mereka.
malang nasibmu, indonesiaku...
engkau berada di tangan para penjilat harta dan tahta
sang merahputihpun tetap berkibar di sana, seakan menampar muka para penguasa korup
Burung garudapun tetap bertengger di sana.
Burung garuda berkata "hai penguasa...! turunkan aku dari sini, kau merongrong indonesiaku"
merekapun diam membisu, di anggapnya patung tiada guna.
malang nasibmu, indonesiaku...
mereka berebut kekuasaan...
Thursday, July 24, 2008
Penyemangat
“الإرادة القوية تبذل من الجهد ما يتحدى المصاعب والآلام. وأن الإرادة الضعيفة عاجزة حتى مع وجود الوسائل والإمكانيات.”
Thursday, May 15, 2008
Di Keheningan Malam
Dalam kesunyian ini........
kusendiri duduk termenung
aku selalu ingat diriMU
ku lantunkan nyanyian surga
merdu, menlandai, bak desiran angin
ku tatap langit biru...
terang bulan, mengingatakan diriku padaMU
tetesan air mata ini bukti kecintaanku padaMU
sembah sujudku hanya untukMU
ku harapkan belaian kasihMU
ku berdoa tuk keselamatan kedua orangtuaku
teringat masa-masa indah bersama mereka dulu. belaian mereka, didikan dan nesehat-nasehat mereka yang tak pernah ku lupakan, nun jau di sana aku mengharap doa, dan aku yakin seyakin yakinya mereka pasti berdoa di kehenigan malam sana.
ya... ROB!!! yasir latu'asir 'ala hadza amr!
ohhh..... malam ini aku tak sendirian, aku percaya ENGKAU menemaniku......aku kebih tenang dan aman di pelukanMU.
Friday, May 9, 2008
Kenapa seperti itu
ketika itulah tabing yang curam pasti kan terhadang tuk santapan makan kita.
pakah kita mau pergi?
padahal yang terlihat di depan hanyalah itu.tangan tak bisa hentikan meraih
kaki pun tak bisa hentikan langkah
mu pililh mana?
